Sabtu, 30 Maret 2013



Torehan kata tentangmu

Kamu datang kembali dengan senyuman, di kala buku tentangmu sudah hampir aku tutup
Kamu selalu saja datang ketika torehan tintamu  sudah hampir selesai aku hapus
Namun kamu datang lagi
Datang lagi dan lagi
Aku tidak bisa apa-apa lagi


Aku menerimamu dan mengizinkan  kembali diriku untuk menorehkan tinta  ini pada bukuku
Kamu, aku benci padamu
Aku benci karena kamu sudah memberi harapan gila ini
Dan aku gila karena bersedia membuka buku yang sudah hampir kututup
Bahkan...
Aku mengizinkan diriku untuk membuat alunan kata tentangmu 
Dan sampai kapan hanya kubuka dan tutup buku ini?
Tuhan, kenapa?



-4 Maret 2013-



Senin, 04 Maret 2013


Demi Masa

Hanya menatap  lurus  dengan napas  yang mengalun
Membayangkan apa yang tidak terjamah oleh indra
Menembus masa dan ruang di kala lain
Aku tertunduk, apa aku bisa Tuhan?
Orang-orang itu mengejarku, aku takut, tapi aku tidak mampu ke belakang

Majulah  ke depan agar nurani pun ikut serta, kasihan..
Ya maju
Namun ragu ini kembali menyeruak, apa aku bisa Tuhan?
Nurani kembali berteriak Tuhan melihatmu, Tuhan mengasihimu, Tuhan ada untukmu
Aku dan Tuhan bersama



Senin, 25 Februari 2013




Aku duduk kembali menunggu tempat yang kutuju
Seseorang muncul di hadapanku
Aku melihatnya lamat-lamat
bersembunyi di balik pinggung-punggung

Oh Tuhan...

Detak jantungku kembali menyeruak  hendak melompat
Aku bersungut rapih
Dadaku masih belum tenang
Tidak, tenanglah...
Kau hanya serupa dengannya

23 Januari 2013

Sabtu, 15 Desember 2012

Poet from Tere Liye



Saya tidak tahu kenapa Tuhan menciptakan 7 hari dalam seminggu. Tapi sepertinya agar kita bisa 7 kali dalam seminggu berterimakasih atas semuanya.

Saya tidak tahu kenapa Tuhan menciptakan 24 jam dalam sehari. Tapi nampaknya agar kita bisa 24 kali dalam sehari bersyukur atas segalanya.

Saya tidak tahu kenapa Tuhan menciptakan 60 menit dalam sejam. Tapi rupanya agar kita 

bisa 60 kali dalam semenit menghela nafas penuh kelapangan untuk apa saja.


Saya sungguh tidak tahu kenapa Tuhan menciptakan 60 detik dalam semenit. Tapi duhai, boleh jadi, agar kita berkali-kali, berkali-kali, mensyukuri kehidupan ini. Terima kasih telah dilahirkan. Terima kasih atas apa yg ada pada kita. Terima kasih.

Segala puji bagi Allah, wahai Tuhan semesta alam.
 



-Tere Liye-

a moment to be grateful


Kemarin tanggal 15 Desember 2012 aku sama Syifa ngunjungi Syamsi Duha Foundation di jalan Juanda, Dago. Aku kenal  yayasan ini dari teh Acong yang juga sebagai pendamping beberapa penderita lupus (Odapus) disana. Awalnya cuman pengen ambil data awal untuk mata kuliah psikologi Kebencanaan, tapi ternyata aku dapet hal lebih.

Jam 10, aku, Syifa, teh Acong masuk ke ruangan, eh ternyata lagi ada acara sharing-sharing dari salah satu volunteer di sana. Sayangnya kita ngga ngikutin dari awal, ternyata dia anak ITB 2010 yang dapet beasiswa buat ikutan lomba robot disana. Subhanallah. Awalnya , dia ngga dibiayain kampus untuk ikut lomba di Jepang, tapi dia dan teman-temannya terus ikhtiar  sampe utang sana-sini yang akhirnya bisa juga sampai sana. Di sana pun mereka dapat penghargaan looh (tapi lupa penghargaan apa -,-). Subhanallah. Sesampainya di Indonesia, dia dihubungi dosennya untuk menghadap dan ternyataaa  mereka mendapatkan biaya melebihi dariapa yang diharapkan. Subhanallah.  Di akhir sharing dia bilang usaha aja semaksimal apa yagn kamu bisa, apa yang kamu punya, apa yang kamu ngga bisa serahin aja ke Allah. Inspiratif :)

Dilanjutin oleh tafakur (jadi ikut tafakuran deh kita, Alhamdulillah ngecharge diri) :)  Temanya itu rational actor yang terjemahan bebasnya manusia yang menggunakan akalnya untuk berpikir. Berpikir mengenai apa? Berpikir mengenai hukum alam yang sudah ditetapkan Allah SWT. Hukum itu sifatnya pasti. Adanya siang dan malam, matahari terbit dari timur ke barat, api itu panas, es itu dingin. Semuanya pasti kan? Allah udah mengaturnya. Tugas kita apa? Ya mengikuti hukumnya. Kalo ngga ngikutin hukumnya? Ya bayangin aja sendiri hahaha gimana susahnya ntar hidup kita.

Itu hukum yang sudah jelas dan dipelajari di ilmu fisika (ilmu yang terlihat). Nah kalo ilmu gaib (ilmu metafisika), sifatnya pasti atau ngga pasti? Ya pasti lah. Setiap hukum itu pasti. Tapi kadang-kadang manusia ngga mau nurut dengan hukum yang maya ini. Kata Allah kalo kita banyak-banyak bersyukur, maka makan ditambah lagi rejekinya. Itu hukum pasti. Tapi, ngga semua orang mau mengikuti hukumnya. Jangankan mengikuti, yakin aja belum tentu. Kenapa? Karena ngga terlihat oleh kasat mata kayak ilmu fisika. Nah, di sini yang dibutuhkan hanya keyakinan. Keyakinan bahwa Allah emang mengaturnya dan kita harus mengikuti apa yang diatur. Yuk mari :)  Jadilah rational actor, yang sadar, paham, dan mengikuti sunatullah.

Jiwa yang resah adalah jiwa yang melawan sunatullah. Ya iyalah, kalo misalnya ditimpa musibah apa reaksi umum manusia? Denial-anger- bargaining-depresi-acceptance?  Boleh koo denial dengan marah dan ga nerima kenyataan, itu wajar. Tapi jangan kelamaan juga penolakannya. Ketika ditimpa musibah, bersabarah. Jangan melawan sunatullah. Orang yang sabar ialah orang-orang yang beruntung dan mulia di sisi Allah. Dan yakinlah everything happens for a reason, apalagi musibah. Pasti ada sesuatu yang ingin dikatakanNya dan Allah rindu dengan doa-doa  yang diucapkan, rindu dengan curhatan-curhatannya, rindu dengan perimintaa-permintaannya. Subhanallah.

Hmm moment yang paling sedih, ada mahasiswa yang jauh-jauh dari Malang. Dia mahasiswa Brawijaya Fakultas Hukum, namanya Ari. Ari udah divonis dokter menderita glukoma sejak Agustus. Berarti sampe sekarang, dia udah menderita glukoma 4 bulan. Awalnya dia sedih berat, ngga mau kuliah, dan sebagainya. Dia ngalamin itu hanya 2 minggu. 2 minggu  dia sedih-sedihan dan menolak realita. Setelah itu apa ayng dilakukan? Dia ngga terpuruk, dia nyari berbagai informasi  tentang penyakitnya, berobat ke 4 dokter dan sampai sekarang masih nyari dokter yang bisa nyembuhin penyakitnya. Dia juga dikasih tau informasi tentang Syamsi duha yang akhirnya kemarin bisa ikutan sharing dengan kita. Fyi, dia ke Bandung naik bus sendiri :’(

Sedih sedih banget. Aku pengen nangis saat itu juga. Saya mahasiswa yang banyak tugas aja udah ngeluh capek capek kayak apa. Nah dia, penglihatannya tiba-tiba putih, ga bisa ngelihat lagi dengan jelas. Aktivitasnya terhambat, cita-citanya mungkin juga terhambat, tapi semangatnya luar biasa :’)

Di balik keterbatasannya, ngga membatasi langkah dia untuk terus berikhtiar dan bertawakal. Sedih. Tapi juga bersyukur dengan apa yang masih aku punya sekarang. Dan sekarang ngga mau lagi deh ngeluh sama masalah kecil. Malu.  Malu sama Allah.


Kadang kita sedih, kecewa, terluka. Tapi jauh di atas segalanya, Tuhan sedang merencanakan sesuatu yang terbaik untuk kita :)
Semangaaat Ari, Rina, odapus, dan Lovis lainnya. Aku doain semoga kalian bisa jadi motivator  penderita lainnya. InsyaAllah.
Terima kasih atas inspirasinya :)







Rabu, 21 November 2012

over mij



Aku berdiri

Pencakar langit di atasku seakan menguap

Aku bentangkan tangan dan rasakan perlahan dengan batas energi ini

Sulit menyentuh rabaku bahkan terlalu samar

Insan lain berkerumun di balikku dan di hadapanku

Menatapku dengan semburat harapan

Melompat dengan sorai semangat



Aku membeku, bahkan terlalu lelah untuk bertahan

Hingga tak ada habisnya

Kupejamkan mata ini

Semburat kisah menyeruak seketika masuk ke relung jiwa

Rabaku menyentuh dengan gelap

Terbang mencuat tinggi

Ku julurkan genggam ini



Menembus batas hitam

Melepas atribut diri

Mencuat dengan sempurna

Hingga ku raih

Aku raih








#made for aneks assignment

Sabtu, 24 Juli 2010

Ide terkadang datang ketika kau tidak memikirkannya.

Ide terkadang datang bahkan ketika kau baru saja mulai menulis.

Ide sering datang ketika kau sedang melamun.

Ide selalu ada tanpa kita sadari.

Jadi mulailah menulis karena ide tidak datang pada waktu dan tempat yang tepat..


JADIII, Ayo mulai kerjain tugas FILUM !!!!

 
layout made by rindikhoirusiffa - Paper Templates