Selasa, 01 September 2015

Hai

Kamu...
1 kata tidak mampu menggambarkan siapa dirimu
1 kata tidak mampu menggambarkan bagaimana sifatmu
Banyak warna yang kamu berikan untukku dn keluargaku
Terima kasih rasanya tak cukup untuk mengembalikan apa sudah kamu beri

Kesabaranmu untukku...
Kebahagiaan yang kau beri..
Nilai yang kau ajarkan untukku

Kamu terlalu indah jika dalam 1 kata

Terima kasih sudah mengobati 1 pasang sayapku yang hilang
Terima kasih sudah melakukan banyak peran untukku, hai kamu sahabat,teman, dan kelak calon pendampingku. Terima kasih


Minggu, 02 Agustus 2015

Bapak

Bukan hal yang mudah untuk bisa melupakan seseorang yang sudah lama menetap di kehidupan kami sekeluarga. 6 bulan yang lalu bapak pergi selama-lamanya.

Jujur, aku tidak terlalu dekat dengan bapak, namun aku bisa merasakan kasih sayangnya yang memang tidak ditunjukkan secara langsung padaku.

Berat, karena aku ga bisa melihat beliau terkahir kali. Berat karena aku hanya bisa melihat beliau dalam batu nisannya. Berat, karena beliau yang  selalu mengantar aku ke travel untuk berangkat kerja ke Jakarta. Berat, karena beliau yang selalu menyambutku ketika pulang kerja, bahkan sampai tengah malam. Berat, karena beliau yang selalu memijatku sampai aku tertidur pulas. Berat, karena beliau tidak bisa hadir di pernikahanku kelak, padahal beliau yang paling semangat untuk acaraku.

Ya Allah, ini bukan hal yang mudah untukku. Tolong dengan bantuan malaikat-Mu, sampaikan rasa sayangku padanya. Tolong sampaikan permintaan maafku padanya. Tolong, sampaikan padanya untuk jadi orang pertama yang menyambutku di surga, seperti beliau yang selalu menyambutku pertama pulang ke rumah.  Tolong jaga beliau dan ampuni segala dosa beliau dan terimalah segala amal kebaikannya. Aamiin




Raut mukamu terlihat nyata saat ini
Sosok wajah yang tak asing
Sosok wajah yang tenang dan tersenyum setiap kali menatapku
Aku tak sempat melihat wajahmu terakhir kali
Aku tak sempat menyentuh kulitmu
Aku tak sempat mendengar suara jahilmu, guyonamu, dan tertawamu

Engkau sudah tenang bersama Nya
Aku tak bisa menatapmu kembali

Hanya penyesalan yang ada dalam diri
Aku terlalu sibuk dengan duniaku
Sampai tak sempat menyapamu
Aku menyesal tak menyayangimu sepenuh kau menyayangiku
Aku rindu pak


I love you

Rabu, 03 September 2014

Passion and Purpose are Exclusively Yours

Kalo ngomongin passion pasti panjang dan buat aku makin pengen resign, hehe. Sejak lulus SMA aku udah mutusin untuk kuliah di psikologi. Bukan karena paksaan dari orang lain atau faktor ikut-ikutan, tapi emang mengikuti minat yang udah ada sejak SMP untuk jadi psikolog. Alhamdulillah, orang tua bisa ngerti setelah debat panjang karena mereka minta aku untuk kuliah Teknik Lingkungan ITB, hanya karena ada temennya yang sukses dari TL ITB. Hmm ya orang tua tetaplah orang tua. Aku akhirnya coba kasih pengertian kalo minatku di psikologi bukan di teknik. Dalam hati aku janji kalo aku bakal sukses dengan bidang pilihanku, yang ngga akan kalah sama orang teknik.

Yaak selama berjalannya perkuliahan, bukan berarti aku terus semangat sepanjang 8 semester.hehe. Namanya juga manusia, pasti ngerasa bosen dan males berkepanjangan, terutama di semester akhir. Tapi semales-malesnya kuliah, aku tetep suka dengan apa yang aku pelajari. Ditambah lingkungan kampus yang friendly, banyak temen dan sahabat yang saling support. Aaah jadi kangen Psikopad terutama untuk angkatanku. 2009. J

Dan sekarang aku membuat keputusan (yang menurutku bodoh -.-). Ya keputusanku untuk bekerja kantoran adalah kesalahan, lebih salahnya lagi kerja di perusahaan asing, dimana apa yang aku lakukan secara ga langsung bermanfaat untuk mereka. Kalo diibaratin tuh kayak kerja sebagai buruh pabrik tapi berada di tempat lebih elite. Ya menurutku pribadi ini kesalahan. Tapi, yaudahlah yah, kata orang everything happens for a reason. Mungkin ada reason tersembunyi yang udah Allah siapin buat aku, entah apa.

Yak, sekarang aku bekerja di salah satu perusahaan contractor dimana jasanya bergerak di bidang mining dan konstruksi, sementara aku sendiri di departemen Human Resources (HR). Udah hampir 11 bulan bekerja di sini dan aku semakin sadar kalo tempat ku bukan di sini. Bekerja di depan komputer selama 8 jam, dengan hampir setengahnya leha-leha jelas bukan pilihan ku.

Aku pribadi ngerasa masih banyak hal yang bisa aku lakuin, selain hanya duduk 8 jam depan komputer. Sesuai dengan passion-ku, aku ingin kerja di komunitas tertentu dimana aku bisa memberi apa yang aku punya untuk mereka yang lebih membutuhkan. Seperti ikut Indonesia Mengajar, ya paling ngga masih bisa lah pelajaran SD dan SMP :p dengan metode yang lebih fun. Karena bisa ngeliat anak-anak tersenyum dengan bermain dan belajar bersamaku adalah kebahagiaan tersendiri :)

Tapi sekarang aku seperti terjebak oleh pilihan ku sendiri. Oh my Goodness. Hari-hari ku macem robot.mati.kering.Istilaha ku kyak berjalan seperti melayang, ngga ada pijakan.Hahaha. Dan berdasarkan saran dari ortu, sahabat, dan teman di departemenku. Aku diminta untuk bersabar, karena kalo aku resign aku harus bayar penalty sebanyak 50 juta. Oh Maai doit dari mana. Dan pasti ada sesuatu yang ingin Tuhan kasih untukku. Yah just wait and see.

Sekali lagi, passion itu panggilan Tuhan untuk mu akan berbuat apa di dunia ini. Dan ketika kamu melakukannya kamu akan merasa puas dengan apa yang kamu lakukan meskipun badanmu amat sangat lelah. Passion ialah ketika kamu bekerja, kamu tidak menunggu sampe pukul 12 (untuk makan siang), pukul 5 (jam pulang), dan tidak menunggu pukul 5 sore hari Jumat.

Passion ialah milikmu, bukan milik orang lain. Berjalanlah di bawah kemauanmu akan menjadi sepertiapa. Career is your choice. Karir itu pilihan mu bukan tuntutan yang diberikan untuk mu akan menjadi seperti apa. Anyone can learn the same skills and develop identical competencies but your passion and purpose are exclusively yours (Rene).


Selasa, 26 Agustus 2014

Rapuh


Kepingan yang sudah ku susun pun berjatuhan
Aku merasa tak berdaya kembali ya Tuhan, mentalku ku pun ikut jatuh terseret
Ini bukan zonaku Tuhan, aku dan angin menjadi 1 leburan.
Kakiku terasa tak beralas. Nyawa ku ada di antaranya
Seolah tidak ada batasan antara zonaku dan zona lain, yang Kau tahu
Seolah ingin ku pun mengunjungi zona yang lain
Karena tak sanggup menghadapi zona ini seorang diri


Aku rapuh, jika kau tahu.


4 Agustus 2014 - Office

Jumat, 20 Desember 2013

ASING

Hai orang asing..aku bahkan tak mengenalmu
Kamu adalah asing yang dataang dengan sekelebat waktu
Waktu yang tidak bertuan dan seketika tumbuh di dalam ronggaku
Aku ingin mengenalmu hai Asing, sungguh

Namun ada segumpal abu menarikku dari atmosfer ini
Atmosfer yang kamu buat sendiri..dan belum genap kamu rapihkan
Hingga kemudian aku sadar bahwa atmosfer ini bukan milikku
Aku pun dibangunkannya kembali
Bahwa aku merusak atmosfermu dalam diam,
Karena itu atmosfermu dan dia..

Maaf, aku khilaf hai asing…

16 Desember 2013 11.37 a.m

Senin, 03 Juni 2013



Satu nama pun bergaung di sini
Aku hanya tengadah melihat langit-Mu
Hati ini tunduk pasrah
mengikuti hukum-Mu
Aku tahu aku bukan satu-satunya
Hati ini milik-Mu, Tuhan
Engkau yang memilihkannya untukku

Bahkan mata tak saling bertemu
Fisik pun tak bertemu
Namun hati ini memilihnya
Maaf jika aku melangkahi-Mu
Aku hanya mengikuti-Mu Tuhan
Mengikuti pilihan-Mu

1 Juni 2013


Air Langit-Mu

Titik air terhempas dari langitnya
Air langit pun ikut turun dengan lembut menyentuh rona wajahnya
Kau tengadah hingga kini waktu interaksimu dengan langit
Kabut kelabu pun ikut menyertai dengan sunyi
Air langit pun turut membuat suasana kian damai..


Di titik masa, kelabu ini menjadi bias dengan warna memukau..
Pecahan-pecahan cahaya menjadi serupa di matamu..
Nampak lengkungan tujuh rona yang ditebar cahaya putih.
Alunan cahaya ikut menghayati keindahan lukisan langit-Nya
warna indah nan pelangi..

Sabtu, 30 Maret 2013



Torehan kata tentangmu

Kamu datang kembali dengan senyuman, di kala buku tentangmu sudah hampir aku tutup
Kamu selalu saja datang ketika torehan tintamu  sudah hampir selesai aku hapus
Namun kamu datang lagi
Datang lagi dan lagi
Aku tidak bisa apa-apa lagi


Aku menerimamu dan mengizinkan  kembali diriku untuk menorehkan tinta  ini pada bukuku
Kamu, aku benci padamu
Aku benci karena kamu sudah memberi harapan gila ini
Dan aku gila karena bersedia membuka buku yang sudah hampir kututup
Bahkan...
Aku mengizinkan diriku untuk membuat alunan kata tentangmu 
Dan sampai kapan hanya kubuka dan tutup buku ini?
Tuhan, kenapa?



-4 Maret 2013-



Senin, 04 Maret 2013


Demi Masa

Hanya menatap  lurus  dengan napas  yang mengalun
Membayangkan apa yang tidak terjamah oleh indra
Menembus masa dan ruang di kala lain
Aku tertunduk, apa aku bisa Tuhan?
Orang-orang itu mengejarku, aku takut, tapi aku tidak mampu ke belakang

Majulah  ke depan agar nurani pun ikut serta, kasihan..
Ya maju
Namun ragu ini kembali menyeruak, apa aku bisa Tuhan?
Nurani kembali berteriak Tuhan melihatmu, Tuhan mengasihimu, Tuhan ada untukmu
Aku dan Tuhan bersama



Senin, 25 Februari 2013




Aku duduk kembali menunggu tempat yang kutuju
Seseorang muncul di hadapanku
Aku melihatnya lamat-lamat
bersembunyi di balik pinggung-punggung

Oh Tuhan...

Detak jantungku kembali menyeruak  hendak melompat
Aku bersungut rapih
Dadaku masih belum tenang
Tidak, tenanglah...
Kau hanya serupa dengannya

23 Januari 2013

Sabtu, 15 Desember 2012

Poet from Tere Liye



Saya tidak tahu kenapa Tuhan menciptakan 7 hari dalam seminggu. Tapi sepertinya agar kita bisa 7 kali dalam seminggu berterimakasih atas semuanya.

Saya tidak tahu kenapa Tuhan menciptakan 24 jam dalam sehari. Tapi nampaknya agar kita bisa 24 kali dalam sehari bersyukur atas segalanya.

Saya tidak tahu kenapa Tuhan menciptakan 60 menit dalam sejam. Tapi rupanya agar kita 

bisa 60 kali dalam semenit menghela nafas penuh kelapangan untuk apa saja.


Saya sungguh tidak tahu kenapa Tuhan menciptakan 60 detik dalam semenit. Tapi duhai, boleh jadi, agar kita berkali-kali, berkali-kali, mensyukuri kehidupan ini. Terima kasih telah dilahirkan. Terima kasih atas apa yg ada pada kita. Terima kasih.

Segala puji bagi Allah, wahai Tuhan semesta alam.
 



-Tere Liye-

a moment to be grateful


Kemarin tanggal 15 Desember 2012 aku sama Syifa ngunjungi Syamsi Duha Foundation di jalan Juanda, Dago. Aku kenal  yayasan ini dari teh Acong yang juga sebagai pendamping beberapa penderita lupus (Odapus) disana. Awalnya cuman pengen ambil data awal untuk mata kuliah psikologi Kebencanaan, tapi ternyata aku dapet hal lebih.

Jam 10, aku, Syifa, teh Acong masuk ke ruangan, eh ternyata lagi ada acara sharing-sharing dari salah satu volunteer di sana. Sayangnya kita ngga ngikutin dari awal, ternyata dia anak ITB 2010 yang dapet beasiswa buat ikutan lomba robot disana. Subhanallah. Awalnya , dia ngga dibiayain kampus untuk ikut lomba di Jepang, tapi dia dan teman-temannya terus ikhtiar  sampe utang sana-sini yang akhirnya bisa juga sampai sana. Di sana pun mereka dapat penghargaan looh (tapi lupa penghargaan apa -,-). Subhanallah. Sesampainya di Indonesia, dia dihubungi dosennya untuk menghadap dan ternyataaa  mereka mendapatkan biaya melebihi dariapa yang diharapkan. Subhanallah.  Di akhir sharing dia bilang usaha aja semaksimal apa yagn kamu bisa, apa yang kamu punya, apa yang kamu ngga bisa serahin aja ke Allah. Inspiratif :)

Dilanjutin oleh tafakur (jadi ikut tafakuran deh kita, Alhamdulillah ngecharge diri) :)  Temanya itu rational actor yang terjemahan bebasnya manusia yang menggunakan akalnya untuk berpikir. Berpikir mengenai apa? Berpikir mengenai hukum alam yang sudah ditetapkan Allah SWT. Hukum itu sifatnya pasti. Adanya siang dan malam, matahari terbit dari timur ke barat, api itu panas, es itu dingin. Semuanya pasti kan? Allah udah mengaturnya. Tugas kita apa? Ya mengikuti hukumnya. Kalo ngga ngikutin hukumnya? Ya bayangin aja sendiri hahaha gimana susahnya ntar hidup kita.

Itu hukum yang sudah jelas dan dipelajari di ilmu fisika (ilmu yang terlihat). Nah kalo ilmu gaib (ilmu metafisika), sifatnya pasti atau ngga pasti? Ya pasti lah. Setiap hukum itu pasti. Tapi kadang-kadang manusia ngga mau nurut dengan hukum yang maya ini. Kata Allah kalo kita banyak-banyak bersyukur, maka makan ditambah lagi rejekinya. Itu hukum pasti. Tapi, ngga semua orang mau mengikuti hukumnya. Jangankan mengikuti, yakin aja belum tentu. Kenapa? Karena ngga terlihat oleh kasat mata kayak ilmu fisika. Nah, di sini yang dibutuhkan hanya keyakinan. Keyakinan bahwa Allah emang mengaturnya dan kita harus mengikuti apa yang diatur. Yuk mari :)  Jadilah rational actor, yang sadar, paham, dan mengikuti sunatullah.

Jiwa yang resah adalah jiwa yang melawan sunatullah. Ya iyalah, kalo misalnya ditimpa musibah apa reaksi umum manusia? Denial-anger- bargaining-depresi-acceptance?  Boleh koo denial dengan marah dan ga nerima kenyataan, itu wajar. Tapi jangan kelamaan juga penolakannya. Ketika ditimpa musibah, bersabarah. Jangan melawan sunatullah. Orang yang sabar ialah orang-orang yang beruntung dan mulia di sisi Allah. Dan yakinlah everything happens for a reason, apalagi musibah. Pasti ada sesuatu yang ingin dikatakanNya dan Allah rindu dengan doa-doa  yang diucapkan, rindu dengan curhatan-curhatannya, rindu dengan perimintaa-permintaannya. Subhanallah.

Hmm moment yang paling sedih, ada mahasiswa yang jauh-jauh dari Malang. Dia mahasiswa Brawijaya Fakultas Hukum, namanya Ari. Ari udah divonis dokter menderita glukoma sejak Agustus. Berarti sampe sekarang, dia udah menderita glukoma 4 bulan. Awalnya dia sedih berat, ngga mau kuliah, dan sebagainya. Dia ngalamin itu hanya 2 minggu. 2 minggu  dia sedih-sedihan dan menolak realita. Setelah itu apa ayng dilakukan? Dia ngga terpuruk, dia nyari berbagai informasi  tentang penyakitnya, berobat ke 4 dokter dan sampai sekarang masih nyari dokter yang bisa nyembuhin penyakitnya. Dia juga dikasih tau informasi tentang Syamsi duha yang akhirnya kemarin bisa ikutan sharing dengan kita. Fyi, dia ke Bandung naik bus sendiri :’(

Sedih sedih banget. Aku pengen nangis saat itu juga. Saya mahasiswa yang banyak tugas aja udah ngeluh capek capek kayak apa. Nah dia, penglihatannya tiba-tiba putih, ga bisa ngelihat lagi dengan jelas. Aktivitasnya terhambat, cita-citanya mungkin juga terhambat, tapi semangatnya luar biasa :’)

Di balik keterbatasannya, ngga membatasi langkah dia untuk terus berikhtiar dan bertawakal. Sedih. Tapi juga bersyukur dengan apa yang masih aku punya sekarang. Dan sekarang ngga mau lagi deh ngeluh sama masalah kecil. Malu.  Malu sama Allah.


Kadang kita sedih, kecewa, terluka. Tapi jauh di atas segalanya, Tuhan sedang merencanakan sesuatu yang terbaik untuk kita :)
Semangaaat Ari, Rina, odapus, dan Lovis lainnya. Aku doain semoga kalian bisa jadi motivator  penderita lainnya. InsyaAllah.
Terima kasih atas inspirasinya :)







Rabu, 21 November 2012

over mij



Aku berdiri

Pencakar langit di atasku seakan menguap

Aku bentangkan tangan dan rasakan perlahan dengan batas energi ini

Sulit menyentuh rabaku bahkan terlalu samar

Insan lain berkerumun di balikku dan di hadapanku

Menatapku dengan semburat harapan

Melompat dengan sorai semangat



Aku membeku, bahkan terlalu lelah untuk bertahan

Hingga tak ada habisnya

Kupejamkan mata ini

Semburat kisah menyeruak seketika masuk ke relung jiwa

Rabaku menyentuh dengan gelap

Terbang mencuat tinggi

Ku julurkan genggam ini



Menembus batas hitam

Melepas atribut diri

Mencuat dengan sempurna

Hingga ku raih

Aku raih








#made for aneks assignment

Sabtu, 24 Juli 2010

Ide terkadang datang ketika kau tidak memikirkannya.

Ide terkadang datang bahkan ketika kau baru saja mulai menulis.

Ide sering datang ketika kau sedang melamun.

Ide selalu ada tanpa kita sadari.

Jadi mulailah menulis karena ide tidak datang pada waktu dan tempat yang tepat..


JADIII, Ayo mulai kerjain tugas FILUM !!!!

Jumat, 16 Juli 2010

Tolong Tunggu Aku


Kehidupan bagaikan roda
Selalu berputar…
Kadang di puncak, kadang di bukit, kadang di jurang, kadang di awan
Ada dimana-mana

Tiap orang punya sesuatu berbeda di tiap keadaan.
Kualitas manusia bisa terbukti dalam stadium tersebut.
Menangis, meronta, senang, syukur semua jadi satu dalam podium yang dia buat.
Entah bagaimana, manusia itu bisa bersyukur dalam keadaan di jurang yang amat dalam,

Saya bangga dengan mereka. Saya senang bisa melihat pemandangan berbeda dalam keadaan berbeda.
Apakah saya termasuk dalam pemandangan disana?
Saya sedang berjalan ke arahnya
Tolong tunggu saya kawan

Saya ingin menjadi manusia utuh
Mengenal dunia dengan sebaik-baiknya
Seperti kamu yang yang diciptakan olehNya dengan ketegaran hati luar biasa
Tunggu aku…




Kamis, 15 Juli 2010

Kami Wanita Tangguh bukan tanggung

4 Maret 2010 hari kami menjadi wanita seutuhnya, tepatnya di rumah DINI PUJIAH PRATIWI. Dari yang ngga pernah masuk dapur, jadi kotor2an buat bola2 cokelat. Dari yang ngga pernah megang penggorengan disuruh buat pop-corn yang  loncat-loncatan mulu. Dari yang emang udah bisa masak jadi menguasai denah dapur.. hahahaha..

 

Here they are!




 ini alin (beneran masaaak loooh..)   :)



Di atas ada mamah Syifoong (bukan Luna Maya) yang katanya jago masak nasi goreng  ,, :D
 


 Ada Ace..
a.k.a. Fara Quinn ala cheff.. :PPP


 Tidy yang udah bersih, tadinya kotor2an buat bola cokelat bareng Veraa


Vera yang suka ngeledakin kompor rumah Cigadung :p


Nah ini yang punya rumah, Dini Pujiah. Maaf disensor karena Alhamdulillah Tiwi sekarang sudah insyaf :DD





YEAAHHHHHHHHHH

Akhirnyaaaaaaaa bahan makanan yang sudah kita masak dengan penuh tawa, canda, dan ceria, jadi jugaaaa!


mmmmm..yummmiieee





Rini dan Ulan sayang sekali kalian ga dtg waktu itu.. huhuuuhu :((





AYOOOO donggg KBR  kita ramaikan rumah dapur selanjutnyaa. :DD




 




Jumat, 19 Februari 2010

Hanya ingin menulis

Pukul 23.58 WIB, dua menit sebelum pergantian hari aku masih terjaga. Dan sifat melankolis mulai meningkat sesuai dengan frekuensi waktu. Ahh, selama ini aku merasa  terlalu lelah  berlebih dengan rutinitas padat dengan makna yang menurutku lumayan sedikit. 

Mengikuti diklat dari sebuah UKM yang baru aku ikuti. Sayangnya, meskipun sejak lahir aku sudah tinggal di Bandung, tetap saja tidak mengerti bahasa Sunda resmi. Aku merasa sia-sia melakukan kegiatan ini, hanya diam mendengarkan, namun tak mengerti alur pembicaraan. Aaaargghh aku ingin keluar dari unit ini. 

Tapii..tapii aku berpikir kembali doit 90rb akan hangus begitu saja?? 90 ribu bisa beli satu atau dua novel, makan siang sembilan kali, atau hal apa pun yang lebih berguna. Yaaahh lalu dua jam aku korbankan untuk bengong?? lebih baik pulang untuk istirahat agar bisa melakukan sesuatu berguna di malam hari. 

Ahh emang sulit untuk membuat prioritas dalam hidup. Apa yang harus didahulukan dengan asumsi bahwa dua kegiatan sama pentingnya, tidak bisa memilih mana yang lebih rendah tingkatannya. 

Ahh udahlah biarlah berjalan seperti air mengalir. Aku tidak sedang menjadi actor, karena sang actor sedang kelelahan mencari dirinya. 

Btw, aku teringat salah satu quotes  dengan kesamaan situasi sekarang ini, tidak perlu menganalisis hidup, analisislah yang membuat hidup menjadi rumit. Jadi, jalani saja menurut hati nuranimu, tentunya yang bermanfaat dan diridhoi Allah. 

Hidup adalah sebuah pilihan bukan dipilih. Kita sendiri yang menentukan akan ke mana arah kita. Namun, ingatlah akan ada campur tangan Allah SWT yang sangat berperan dalam keberhasilan kita. 
:DD



sekedar orat-oret-renungan di malam hari (halaaaahhhhhhrenunganmacamapalagi)



Kamis, 04 Februari 2010

what a badsurprisedshocked-day

Pernah ga sih kalian udah melakukan usaha (paling ngga satu minggu) mempersiapkan diri untuk sesuatu yang kamu anggap sebuah tantangan dan berharap akan mendapatkan hasil yang (ga muluk-muluk) 'cukup' ?? Kemaren benar-banar hari kelabu buat saya . Oh god what a badsurprisedshocked-day ngeliat transkrip nilai dengan huruf yang ga pernah kebayang ternyata muncul disana. 

Biasa..lah saya suka telat respon shocknya. lima menit pertama, cuma bengong, klick sana-sini, buka fb, masih melamun juga tapi otak masih berfungsi untuk click sana-sini. Ohh God what an abnormal behaviour ! whahahahah. Akhirnya baru sadra,"HOY, LIN LU DAPAT NILAI *PIIIP* untuk mata kuliah FILSAFAT . GOD, what 'lucky' I am !

Saya yang amatsangatjarang nangiss untuk masalah-masalah useless dn ga penting akhirnya bener-bener ga kuat nahan mata yang udah panas dan mendesak pengen dikelurin. Yaah apa daya? saya ga bisa nahan-nahan. Akhirnya satu tetes, dua tetes, lima tetes air mata hangat dan asin leluar, makin deras, dan semua permukaan mukanya sudah basah dengan air mata. huaaaaa.. :'( 

Saya udah ga peduli lagi dengan persepsi saya 'Nangis ga akan pernah nyelesain masalah, sekuat tenaga tahanlah air mata apabila kamu masih kuat menahannya. Nangis hanya memberatkan orang yang melihatmu. Nangis gkan mengubah apa-apa yang kamu harapkan, dan lain-lain sebagainya'

Yaap, kemaren mungkin saya udah dalam puncak penghabisan yang ga bisa lagi jaim-jaim untuk nangis depan orang. keluarlah, keluarlah, maka hati kamu akan lega. But, how?? saya ga lega sama sekali, saya masih tetap kepikiran (biasalah baru tahun pertama masuk kuliah, belum tahu di depan sana banyak tantangan yang jauh lebih berat) dan saya sadar bagi Allah ini hanya sekedar cobaan kecil dan ingin tahu umatnya bakal kya gimana? yaaaahh 

Alhamdulillah sekarang saya udah lebih pasrah dan tawakal. Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT. Dia maha tahu apa yang terjadi untuk saya  di depan sana. Apa pun keputusan Allah, iringilah selalu dengan kayakinan bahwa ketetapannya adalah yang TERBAIK. Ada berjuta hikmah tersembunyi terkadang karena keterbatasan pengetahuan kita, kita belum mampu mencernanya. 

Jadi bersabarlah bagi orang-orang yang mungkin mengalami hal yang lebih berat dari saya (pastii laaahhh..ini cuman sandungan kecil dalam kehidupan kamu, Lin.) Belajarlah untuk berdiri! Allah, keluarga, sahabat, teman ada disampingmu. Okay Wish me luck for SMT 2. 
Bantu saya Allah, dampingi saya. I love You Allah.

Ibrahim berkata, "Tiada yang berputus asa dari rahmat Rabbnya kecuali orang-orang yang sesat (Al-Hijr: 56)


 

Kamis, 28 Januari 2010

Dalam sukar, ada yang ingin dikatakanNya

Membaca buku Asma Nadia benar-benar memberikan inspirasi dan motivasi bagi saya. Ketika membaca di awal sebuah kisah terdapat rangkaian kalimat indah "Dalam sukar, ada yang ingin dikatakanNya." Jadi sedikit mengingat selama saya hidup dari SD mungkin hingga sekarang, sulit sekali mendapatkan apa yang diinginkan ketika melihat orang lain dengan mudah mendapatkannya. Terkadang selalu terbesit pikiran jahat bahwa Allah membenci saya, bahwa Allah hanya berpihak kepada mereka yang dikasihi, terkadang selalu berpikir bahwa saya tidak layak mendapatkan kebahagiaan . Pikiran jahat ini sempat membuat saya stres berat karena secara tidak sadar mungkin sudah menjalar ke dalam emosi dan mempengaruhi sistem tubuh. Namun, dalam hidup  hidayah pasti datang  tepat waktu karena Allah tidak akan pernah menguji umatnya di luar kemampuan, Allah tidak diam, Allah maha Penyayang, dan Allah mencintai hambaNya. Hidayah itu datang melalui sahabat dan orang tua yang memaksa saya untuk membuka mulut dan menceritakan apa yang membuat saya seperti ini, membuat saya kehilangan vitalitas hidup ketika duduk di bangku SMA tepatnya kelas satu. Saya kehilangan arah,-maaf sebelumnya saya tidak mendramatisir- karena memang itu yang saya alami malah hampir pula terbesit bahwa lebih baik hidup ini berakhir saja apabila kehidupan dunia tidak pernah memihak saya. Asragfirullah, pikiran itu benar-benar membuat saya akhirnya jatuh sakit, typus yang mengawali gejala demam berdarah. Sakit ini bukan karena virus namun pikiran  yang amat sangat tertekan. Entah mungkin iman saya ketika itu belum kuat dan masih sangat labil. Saya tidak bisa meng-share cerita detailnya karena itu hanya urusan saya, orang tua, dan Allah. Yang pasti dari kejadian itu saya lebih mendekatkan diri kepada Allah dan saya sadar sudah (agak) melenceng jauh dari jalanNya dan ingatlah bahwa rencana Allah selalu indah. Ketika pada awalnya, saya harus membanting tulang untuk mencapai tujuan, hasil akhir akan terasa indah dan sungguh  kekuatan Allah  akan terasa sampai ke sumsum tulang belakang terkadang seperti sedang dipeluk Allah. Subhanallah. Sungguh bersyukurlah  teman di kala roda kehidupan sedang di puncak atau pun di dasar dan serahkan  semuanya pada Allah karena di balik cobaan  pasti ada yang ingin dikatakanNya.
Terima kasih Allah sudah menyadarkan hamba yang tidak punya rasa terima kasih ini.
Terima kasih Allah. Alhamdulillah.
Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan?
Siapakah yang pernah mengharapkan Aku karena dosa-dosanya yang besar, lalu Aku putuskan harapannya? 
Siapakah pula yang pernah mengetuk pintu-Ku lalu tidak Aku bukakan? (Hadist Zudsi)




Allah... bersama-Mu tidak ada jalan buntu... :)

Sabtu, 23 Januari 2010

Dufan is DO FUN!


Our Actions in Dufan!


-->
Dufan!! Oh Dufannn.. akhirnya kesampaian juga gw kesana, setelah ditunda selama satu tahun dengan alasan ono-itu ono-itu. Intinya ga ada yang mau nganterin ditambah teman-teman yang super sibuk karena tahun lalu adalah tahun sibuk bagi kami yang akan melanjutkan perguruan tinggi.  Tapi  entah kenapa waktu itu saya tidak peduli yang penting gw naik tornado. Hahahaha.. Akhirnya pada tanggal 18 januari 2010 saya bersama teman-teman Psikologi berlibur ke Dufan, senangnyaaa dan tanpa mikir panjang langsung daftaaar!



Sekitar jam 12.30 - selesai
Di dufan, saya dan teman-teman (Tiwi Prikitiw, Grace  Esmeralda, Vera Aisyah Maharani, Ufiwati, Rini AAgym, Tia AFI, Stella Jan Di, Wulan Safa Marwah, Tidy Sulis, Mamah Luna Dedeh)  langsung chao masuk ke Dufan dan meninggalkan sesi foto-foto dengan teman angkatan.. Maafkan, kami lupa!
Kami bersemangat layaknya orang desooo yang baru menginjakkan kakinya ke Monas. Haduhh sumpaah deh temen2 gw.hahahaha. (padahhal dirinya lebih parah). Dan maafkan kami juga bagi Ufiwati, Tia AFI, dan Tiwi Prikitiw yang secara tidak sadar kami meninggalakan kalian shalat untuk Kora-kora. MAAF kami hanya manusia biasa bukan luar biasa. Kami khilaf. (apasialin)
Ketika di dalam wahana, saya salah membuat estimasi. Saya kira, tubuh saya fit dan tidak perlu makan yang penting MAIN. Ternyata, setelah naik kicir-kicir bersama teman saya Syifa Mamah Luna (karena hanya dia yang mau) saya limbung, mual, pusing. Rasanya cerebellum  saya udah rusak sehingga keseimbangan tubuh tidak berjalan normal. Isi perut saya bergejolak ingin dimuntahkan tapi pusat emosi saya melarang karena masih berada di tempat umum. Akhirnya saya memutuskan duduk sebentar melepas kelelahan setelah dijungkir bailik oleh mesin sialan itu. (Note: kalo udah naik tornado, kicir-kicir lewat aja bisa gila kalian). Tapi, gw ga nyesel naik tornado, pokoknya wahana paling yahuuudd dehh, ga akan ngerasa do fun kalau belum naik tornado. Assikk lah, nguji  adrenalin bgd!
Hahahah harusnya ada foto muka saya yang kata Wulan Safa Marwah warnanya hijau, pucat pasi kayak mayat. Ahha.. jadi penasaran!
NOTE: Perlu dicatat, saya naik halilintar 3 kali, kora-kora 2 kali, kicir-kicir, tornado, pontang-pontang, arung jeram, bianglala, dan kuda-kudaan. (seumur hidup ke dufan baru kali ini naik kuda-kudaan atas permintaan berat TiidySuliis yang ternyata asik juga. Hha)





NEXT
Dengan ga tau malunya (entah si malu itu kemana perginya), kita mencoba pernak-pernik di toko oleh-oleh Dufan. Saya inget bgd, pelayan toko itu ketawa senyum-senyum ditahan ketika melihat aksi si Dini Fuziah Prikitiw. Erotis dan Eksotis. Hahhahha.



Kemudian, saya,  Tekstidisulis, DAN VERA Aisyah Maharani mencoba ini!






Pukul 17.30
Lalu, kami melanjutkan perjalanan untuk makan malam di Simpang Raya. Sebelum ke sana ada baiknya kami foto-foto terlebih dahulu. Dan seperti biasa pasti ada  moment dimana muka salah satu teman kami sangat kobe setengah mati. Here they are



+barisan bawah, di tengah+
+barisan bawah, di tengah+



 ++  peaceee yaaa ver.. hahahahahahha (ngakakk sepuas-puasnya)
 


Akhirnya, cukup dua kata untuk mewakili perjalanan kami, FUN AND TIRED!
n.b. terima ksih bwt Ufiwati dan Rini AAGym yang sudah mengantar dan membungkus makanan saya di MCD yang ternayata tidak dimakan sama sekali. Maaf sekali buat Tiwi prikitiw yang dengan tidak disengaja memecahkan entah botol apa, waktu itu saya sedang limbung. Maaf sangaaatttt yaaa… dan terima kasih kepada semua yang sudah memberikan atensinya pada sayaa. Terutama buat seseorang yang dari awal  naik bus sampai akhir perjalanan mau pulang, menjadi korban harian saya. ahahahah terima kasih dan maaff !


A real friend is one who walks in when the rest world walks out (Walter Winchell)

 
layout made by rindikhoirusiffa - Paper Templates